Belerang Molekuler (Agen Anti-ketombe)
Belerang Molekuler (Agen Anti-ketombe)
Belerang Molekuler (Agen Anti-ketombe)
EXW
Ukuran:
L(19)*W(19)*H(27) cm
Jumlah Pesanan Minimum:
5
Metode Pengiriman:
Pengiriman udara, pengiriman darat, pengiriman laut
Jumlah (pcs):
5
Detail Produk
Detail Penting
Jumlah (pcs):5
Volume:0.01 m³
Jumlah Pesanan Minimum:5
Berat Bruto:5.4 kg
Ukuran:L(19)*W(19)*H(27) cm
Berat Bersih:5 kg
Metode Pengiriman:Pengiriman udara, pengiriman darat, pengiriman laut
nomor spesifikasi:007S
Deskripsi Kemasan:5
Deskripsi Produk
Cara Kerja Sulfur Molekuler
  • Tersebar pada tingkat molekuler (tidak ada partikel)
  • Ada di antara fase air & minyak
  • Transparan namun tetap sangat aktif
  • Deposisi yang ditingkatkan dalam sistem bilas
Belerang Molekuler vs Belerang Tradisional


Sulfur Tradisional

(Disublimasi / Koloid)

Sulfur Molekuler

Bentuk Partikel

Partikel padat (1–50 μm / 500 nm)

Dispersi tingkat molekuler

Jumlah Partikel

~10– 10¹²partikel/g

~10²¹molekul/g

Dispersi

Buruk, tidak merata

Seragam & Stabil

Penampilan

Partikel kuning, terlihat

Transparan

Formulasi

Membutuhkan sistem suspensi

Mudah diformulasikan

Residu

Meninggalkan partikel

Tidak ada residu

Dosis

Tinggi

Ultra-rendah (15–30 ppm)

Efisiensi

Pemanfaatan terbatas

Sangat Efisien

Bau

Bau belerang yang kuat

Bau ringan / berkurang


Mekanisme Kerja Belerang
1. Mekanisme Antimikroba: Belerang bereaksi dengan kelembapan pada kulit atau permukaan untuk membentuk senyawa sulfida, yang mengganggu struktur membran sel bakteri dan jamur, menghambat metabolisme dan proliferasinya. Sangat efektif terhadap mikroorganisme yang bergantung pada lipid seperti Malassezia dan tungau.

2. Mekanisme Kontrol Sebum: Senyawa sulfida dapat sedikit melarutkan sebum berlebih pada permukaan kulit dan rambut, sekaligus mengatur aktivitas kelenjar sebaceous, sehingga mengurangi sekresi minyak.

3. Mekanisme Pembersihan: Belerang memiliki sifat adsorpsi ringan, memungkinkannya mengikat minyak, kotoran, dan residu mikroba. Ketika dikombinasikan dengan surfaktan, kinerja pembersihan secara keseluruhan meningkat secara signifikan.

4. Mekanisme Deodorisasi: Deodorisasi dicapai melalui berbagai jalur: Menghilangkan mikroorganisme penyebab bau Menyerap molekul bau Memecah residu berminyak yang bertindak sebagai pembawa bau

Keterbatasan Belerang Sublim (Bubuk Belerang) dalam Aplikasi Praktis
  • Dispersi buruk: Ukuran partikel besar (1–50 μm) menyebabkan distribusi yang tidak merata dalam formulasi
  • Residu dan penampilan kekuningan: Meninggalkan partikel kuning yang terlihat pada rambut atau kulit, memengaruhi estetika produk
  • Stabilitas rendah dalam formulasi: Cenderung mengendap atau terpisah seiring waktu
  • Kompatibilitas terbatas: Sulit dimasukkan ke dalam sistem yang jernih atau transparan (misalnya, sampo bening, sabun mandi)
  • Bioavailabilitas lemah: Partikel yang lebih besar mengurangi kontak efektif dan kinerja
  • Bau tidak sedap: Bau belerang yang khas dapat memengaruhi pengalaman pengguna
Keunggulan Belerang Molekuler
Stabil · Efisien · Mudah Digunakan
1. Sistem Fase Bikontinu Tingkat Lanjut Menggunakan sistem fase bikontinu khusus, belerang ada dalam keadaan terdispersi molekuler antara fase air dan minyak. Meskipun tidak benar-benar larut, ia tetap memberikan penampilan transparan dalam formulasi akhir.

2. Kompatibilitas Formulasi yang Sangat Baik Dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam sampo, sabun mandi, sampo hewan peliharaan, deterjen cucian, dan formulasi lainnya, tanpa bau sulfur yang jelas pada produk akhir.

3. Efisiensi Tinggi pada Dosis Sangat Rendah Pada kadar yang sangat rendah (15–30 ppm), sudah dapat memberikan hasil yang efektif:
  • Kinerja Anti-tungau
  • Manfaat anti-jerawat
  • Efek anti-ketombe
  • Kontrol Minyak

4. Teknologi Deposisi yang Ditingkatkan Dikombinasikan dengan teknologi flokulasi mikroemulsi kationik, bahkan sejumlah kecil sulfur dapat mencapai deposisi dan retensi yang lebih baik dalam produk bilas.

Prinsip Teknologi Belerang Molekuler
  1. Belerang molekuler dikembangkan melalui sistem fase bikontinu khusus, di mana belerang didispersikan pada tingkat molekuler atau ultra-halus antara fase air dan minyak.
  2. Berbeda dengan bubuk belerang konvensional, yang ada sebagai partikel padat, belerang molekuler tetap dalam keadaan yang sangat terdispersi dan stabil dalam formulasi.
  3. Meskipun tidak benar-benar larut, struktur unik ini memungkinkan sistem tampak transparan, sambil memastikan interaksi yang efektif antara belerang dan kulit atau kulit kepala.
  4. Selain itu, ketika dikombinasikan dengan teknologi flokulasi mikroemulsi kationik, sejumlah kecil sulfur dapat mencapai deposisi dan retensi yang ditingkatkan dalam formulasi bilas, meningkatkan kinerja keseluruhan bahkan pada tingkat dosis yang sangat rendah.
Perbandingan Jumlah Partikel Bentuk Sulfur
Sulfur Molekuler (bentuk S₈): 1 g sulfur mengandung sekitar 2,35 × 10²¹ molekul sulfur (S₈)
Belerang Koloid (500 nm): 1 g mengandung kira-kira 7,38 × 10¹² partikel  
Belerang Sublim (~20 μm): 1 g mengandung sekitar 1,15 × 10⁸ partikel

🚀 Wawasan Kunci
Ketika sulfur ada dalam keadaan molekuler, jumlah unit aktifnya berkali-kali lipat lebih tinggi daripada sulfur sublimasi atau koloid konvensional.
➡️ Hal ini menyebabkan:
  • Dispersi yang lebih baik dalam formulasi
  • Distribusi lebih merata
  • Efisiensi yang jauh lebih tinggi

Detail Produk
Belerang Molekuler (Agen Anti-ketombe)

Customer services

Sell on waimao.163.com

WhatsApp